Viral'Jembatan Sirotol Mustaqim' di Boyolali, Begini Faktanya Foto pengendara menantang maut saat melintas sebuah jembatan sempit viral. Angga Roni Priambodo | Gagah Radhitya Widiaseno Jum'at, 14 Februari 2020 | 21:00 WIB . Emak-emak melintas sebuah jembatan 'Sirotol Mustaqim' (Instagram/keluarbentar) Mobimoto Dalamayat tersebut, Allah memang menggariskan bahwa semua manusia akan melewati jembatan mengerikan tersebut. Namun, Allah akan menyelamatkan sebagian yang Dia kehendaki. Licin juga berduri. Selain tajam, jembatan Siratal Mustaqim juga sangat licin. Di atasnya terdapat banyak sekali besi-besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok Kumpulanberita harian Jembatan sirotol mustaqim terbaru dan terlengkap hanya di detik.com. MENU. detikcom Terpopuler ; Kirim Tulisan ; Live TV NEW Dalampertemuan ini, dibahas pekerjaan perencanaan pembangunan jembatan, setelah disetujuinya anggaran sebesar Rp17 miliar. Ada Jembatan 'Sirotol Mustaqim' di Inhil, Pemprov Riau Diminta Beri Perhatian. Minggu, 24 Oktober 2021 15:11 WIB . Tim PUPR dan KKJTJ Bahas Cara Perbaikan Jembatan Pedamaran II, 2022 Diharapkan Berfungsi. 506Followers, 456 Following, 15 Posts - See Instagram photos and videos from M MUNIR (@jembatan_sirotol_mustaqim) vw3Wa5. Jakarta - Jembatan Shiratal Mustaqim adalah titian yang akan dilalui tiap manusia di hari akhir. Setelah ditimbang amal perbuatannya, setiap manusia disyaratkan berjalan melewati jembatan dari situs Kanwil Kemenag Sumatera Selatan, jembatan shiratal mustaqim adalah rahmat sekaligus azab Allah SWT. Bagi yang berhasil melewatinya akan mendapatkan surga dan kekal di dalamnya."Akan tetapi barang siapa yang saat melintasi jembatan tersebut bersusah payah dan terjatuh, maka sesungguhnya dia masuk lembah kebinasaan dan termasuk golongan yang merugi," tulis Kanwil Kemenag Sumsel dalam artikel karya Penyuluh Agama Fungsional Kankemenag Kota Lubuklinggau Hasbi jembatan Shiratal Mustaqim telah dijelaskan Allah SWT dalam surat Al Fatihah ayat 6ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَArab latin ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīmArtinya Tunjukilah kami jalan yang haditsnya, Rasulullah SAW memberi gambaran jembatan Shiratal Mustaqim. Hadist ini diceritakan Abu Sa'id al-Khudriy,بَلَغَنِي أَنَّ الْجِسْرَ أَدَقُّ مِنَ الشَّعْرَةِ وَ أَحَدُّ مِنَ السَّيْفِArtinya "Aku diberitahu bahwa jembatan itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang." HR Muslim.Gambaran lain tentang jembatan Shiratal Mustaqim adalah yang terdapat dalam hadits berikut,وَيُضْرَبُ جِسْرُ جَهَنَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ وَدُعَاءُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ وَبِهِ كَلَالِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ أَمَا رَأَيْتُمْ شَوْكَ السَّعْدَانِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ غَيْرَ أَنَّهَا لَا يَعْلَمُ قَدْرَ عِظَمِهَا إِلَّا اللَّهُ فَتَخْطَفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ رواه البخاريArtinya Dan dibentangkanlah jembatan di atas permukaan Jahannam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para rasul pada saat itu "Ya Allâh, selamatkanlah, selamatkanlah." Pada shirâth itu, terdapat pengait-pengait seperti duri pohon Sa'dân. "Pernahkah kalian melihatnya?" Para sahabat menjawab, "Pernah, wahai Rasulullah." Maka ia seperti duri pohon Sa'dân, tiada yang mengetahui ukuran besarnya kecuali Allah SWT. Ia menempatkan manusia sesuai dengan amalan mereka. HR Bukhari.Para manusia digambarkan melalui jembatan tersebut sesuai amalannya di dunia. Sebagian melaluinya dengan cepat dan ringan, namun ada juga yang lambat dan penuh luka. Sebagian tak mampu melintasi hingga ujung jembatan. Berikut haditsnya,عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْل الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُرْسَلُ الْأَمَانَةُ وَالرَّحِمُ فَتَقُومَانِ جَنَبَتَيْ الصِّرَاطِ يَمِينًا وَشِمَالًا فَيَمُرُّ أَوَّلُكُمْ كَالْبَرْقِ، قَالَ قُلْتُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي أَيُّ شَيْءٍ كَمَرِّ الْبَرْقِ ؟ قَالَ أَلَمْ تَرَوْا إِلَى الْبَرْقِ كَيْفَ يَمُرُّ وَيَرْجِعُ فِي طَرْفَةِ عَيْنٍ ؟ ثُمَّ كَمَرِّ الرِّيحِ ثُمَّ كَمَرِّ الطَّيْرِ وَشَدِّ الرِّجَالِ تَجْرِي بِهِمْ أَعْمَالُهُمْ وَنَبِيُّكُمْ قَائِمٌ عَلَى الصِّرَاطِ يَقُولُ رَبِّ سَلِّمْ سَلِّمْ حَتَّى تَعْجِزَ أَعْمَالُ الْعِبَادِ حَتَّى يَجِيءَ الرَّجُلُ فَلَا يَسْتَطِيعُ السَّيْرَ إِلَّا زَحْفًا قَالَ وَفِي حَافَتَيْ الصِّرَاطِ كَلَالِيبُ مُعَلَّقَةٌ مَأْمُورَةٌ بِأَخْذِ مَنْ أُمِرَتْ بِهِ فَمَخْدُوشٌ نَاجٍ وَمَكْدُوسٌ فِي Rasulullah SAW "Lalu diutuslah amanah dan rohim tali persaudaraan keduanya berdiri di samping kiri-kanan shiraath tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat". Aku bertanya "Dengan bapak dan ibuku aku korbankan demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat?" Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab "Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata? Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung dan seperti kuda yang berlari kencang. Mereka berjalan sesuai dengan amalan mereka. Nabi kalian waktu itu berdiri di atas shirâth sambil berkata "Ya Allâh selamatkanlah! selamatkanlah! Sampai para hamba yang lemah amalannya, sehingga datang seseorang lalu ia tidak bisa melewati kecuali dengan merangkak". Beliau menuturkan lagi "Di kedua belah pinggir shirâth terdapat besi pengait yang bergatungan untuk menyambar siapa saja yang diperintahkan untuk disambar. Maka ada yang terpeleset namun selamat dan ada pula yang terjungkir ke dalam neraka. HR Muslim.Sesuai hadits ini, jembatan Shiratal Mustaqim adalah titian yang dilalui dengan bergantung pada amalan manusia. Mereka yang selalu taat perintah Allah akan melewatinya dengan cepat dan selamat, namun berbeda dengan hambaNya yang tulisan tentang jembatan Shiratal Mustaqim ini bisa meningkatkan keimanan pada Allah SWT. Simak Video "Maestro Kaligrafi Indonesia" [GambasVideo 20detik] row/erd Jakarta - Shiratal Mustaqim disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Jembatan atau jalan inilah yang akan dilewati semua manusia di hari dari buku Menuju Shiratal Mustaqim oleh Syaikh Dr. Bisyr bin Fahd AI-Bisyr, kata As Shirathul Mustaqim disebut di banyakayat dalam Al-Qur'an. Umat muslim diwajibkan untuk mengikuti Shiratal Mustaqim dan bahkan Allah SWT menganjurkan setiap muslim untuk meminta hidayah agar bisa menggapai Shiratal Ar Raghib Al Asfahani, As Shirath berarti jalan yang dimudahkan. Ulama lain mengatakan bahwa Shiratal Mustaqim berarti jalan yang Al Mustaqim, maknanya adalah yang tidak bengkok dan cacat. Allah SWT menyebutkan kata As Shirathal Mustaqim dalam banyak firman-Nya, dan menegaskan bahwa Dia Yang Maha Agung berada di atas As Shirathal Mustaqim, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Hud ayat 56إِنِّى تَوَكَّلْتُ عَلَى ٱللَّهِ رَبِّى وَرَبِّكُم ۚ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذٌۢ بِنَاصِيَتِهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍArab-Latin Innī tawakkaltu 'alallāhi rabbī wa rabbikum, mā min dābbatin illā huwa ākhiżum bināṣiyatihā, inna rabbī 'alā ṣirāṭim mustaqīmArtinya Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus".Adanya jembatan Shiratal Mustaqim juga dijelaskan Allah SWT dalam surat Al Fatihah ayat 6ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَArab latin ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīmArtinya Tunjukilah kami jalan yang Shiratal Mustaqim Dalam haditsnya, Rasulullah SAW juga memberi gambaran tentang jembatan Shiratal Mustaqim. Hadist ini diceritakan Abu Sa'id al-Khudriy,بَلَغَنِي أَنَّ الْجِسْرَ أَدَقُّ مِنَ الشَّعْرَةِ وَ أَحَدُّ مِنَ السَّيْفِArtinya "Aku diberitahu bahwa jembatan itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang." HR Muslim.Gambaran lain tentang jembatan Shiratal Mustaqim juga disebutkan dalam hadits berikutوَيُضْرَبُ جِسْرُ جَهَنَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُ وَدُعَاءُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ وَبِهِ كَلَالِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ أَمَا رَأَيْتُمْ شَوْكَ السَّعْدَانِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهَا مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ غَيْرَ أَنَّهَا لَا يَعْلَمُ قَدْرَ عِظَمِهَا إِلَّا اللَّهُ فَتَخْطَفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ رواه البخاريArtinya Dan dibentangkanlah jembatan di atas permukaan Jahanam. Akulah orang pertama yang melewatinya. Doa para rasul pada saat itu "Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah." Pada shirath itu, terdapat pengait-pengait seperti duri pohon Sa'dan. "Pernahkah kalian melihatnya?" Para sahabat menjawab, "Pernah, wahai Rasulullah." Maka ia seperti duri pohon Sa'dan, tiada yang mengetahui ukuran besarnya kecuali Allah SWT. Ia menempatkan manusia sesuai dengan amalan mereka. HR Bukhari.Pada hakikatnya, Shiratal Mustaqim adalah satu yaitu jalan Allah SAW yang dipancangkan untuk hamba-Nya yang menghubungkan kepada- Nya. Tidak ada jalan lain untuk sampai kepada- Nya kecuali dengan jalan itu, bahkan semua jalan tertutup bagi segenap hamba kecualijalan-Nya yang telah Ia lempangkan melalui lisan para rasul-Nya, dan ia dijadikan-Nya sebagai yang menghubungkan manusia digambarkan melalui jembatan tersebut sesuai amalannya di dunia. Sebagian melaluinya dengan cepat dan ringan, namun ada juga yang lambat dan penuh luka. Sebagian tak mampu melintasi hingga ujung jembatan. Berikut haditsnya,عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُرْسَلُ الْأَمَانَةُ وَالرَّحِمُ فَتَقُومَانِ جَنَبَتَيْ الصِّرَاطِ يَمِينًا وَشِمَالًا فَيَمُرُّ أَوَّلُكُمْ كَالْبَرْقِ، قَالَ قُلْتُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي أَيُّ شَيْءٍ كَمَرِّ الْبَرْقِ ؟ قَالَ أَلَمْ تَرَوْا إِلَى الْبَرْقِ كَيْفَ يَمُرُّ وَيَرْجِعُ فِي طَرْفَةِ عَيْنٍ ؟ ثُمَّ كَمَرِّ الرِّيحِ ثُمَّ كَمَرِّ الطَّيْرِ وَشَدِّ الرِّجَالِ تَجْرِي بِهِمْ أَعْمَالُهُمْ وَنَبِيُّكُمْ قَائِمٌ عَلَى الصِّرَاطِ يَقُولُ رَبِّ سَلِّمْ سَلِّمْ حَتَّى تَعْجِزَ أَعْمَالُ الْعِبَادِ حَتَّى يَجِيءَ الرَّجُلُ فَلَا يَسْتَطِيعُ السَّيْرَ إِلَّا زَحْفًا قَالَ وَفِي حَافَتَيْ الصِّرَاطِ كَلَالِيبُ مُعَلَّقَةٌ مَأْمُورَةٌ بِأَخْذِ مَنْ أُمِرَتْ بِهِ فَمَخْدُوشٌ نَاجٍ وَمَكْدُوسٌ فِي Rasulullah SAW "Lalu diutuslah amanah dan rohim tali persaudaraan keduanya berdiri di samping kiri-kanan shiraath tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat". Aku bertanya "Dengan bapak dan ibuku aku korbankan demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat?" Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab "Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata? Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung dan seperti kuda yang berlari kencang. Mereka berjalan sesuai dengan amalan mereka. Nabi kalian waktu itu berdiri di atas shirâth sambil berkata "Ya Allâh selamatkanlah! selamatkanlah! Sampai para hamba yang lemah amalannya, sehingga datang seseorang lalu ia tidak bisa melewati kecuali dengan merangkak". Beliau menuturkan lagi "Di kedua belah pinggir shirâth terdapat besi pengait yang bergantungan untuk menyambar siapa saja yang diperintahkan untuk disambar. Maka ada yang terpeleset namun selamat dan ada pula yang terjungkir ke dalam neraka. HR Muslim.Jadi, Shirathal Mustaqim adalah beribadah kepada Allah SWT semata, dengan tidak menyekutukan-Nya, serta meyakini secara menyeluruh kepada Nabi Muhammad SAW dan itulah realisasi dari syahadatain bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Simak Video "Qanaah" [GambasVideo 20detik] dvs/erd Apakah Moms sudah mengetahuinya dengan baik?Sebagai umat muslim, kita meyakini adanya jembatan sirotol mustaqim yakni sebuah jembatan yang dilalui oleh seluruh umat muslim ketika berada di akhirat atau jalan lurus di atas api neraka M. Abdul Mujieb, Syaifah, dan H. Ahmad Ismail M. dalam bukunya yang berjudul Ensiklopedia Tasawuf Imam Al Ghazali 2009 432, dijelaskan bahwa jembatan sirotol mustaqim jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, berarti 'jalan yang benar' atau 'titian di neraka sebesar rambut dan tajam sekali'.Baca Juga 8 Nama-nama Surga yang Disebutkan dalam Alquran dan Calon Penghuninya, Masya Allah!Asal muasal jembatan sirotol mustaqim dikisahkan pertama kali bahwa ada seorang yang akan menyeberangi jembatan sirotol mustaqim yakni Rasulullah SAW beserta menyeberang, tidak ada yang berani bersuara kecuali Rasulullah SAW. Beliau ketika menyebrangi jembatan sirotol mustaqim mengucapkan,"Allahumma slim" yang berarti "Ya Allah, selamatkanlah".Sementara itu, dalam Alquran, kata 'sirotol mustaqim' disebutkan sebanyak 10 kali. Salah satunya yang tercantum dalam Surat Al Imrat ayarr 51, yang berbunyiإِنَّ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۗ هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌInnallāha rabbī wa rabbukum fa'budụh, hāżā ṣirāṭum mustaqīmArtinya"Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus," QS. Al Imran 51Ada banyak pengertian, makna, hikmah, dan kisah dalam jembatan sirotol mustaqim. Dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai makna dan pengertian sirotol mustaqim. Yuk, Moms, simak penjelasannya berikut ini!Baca Juga 9 Larangan Saat Haid Menurut Islam dan Kesehatan, Wajib Tahu!Pengertian dan Makna Jembatan Sirotol MustaqimFoto jembatan sirotol mustaqim Orami Photo StocksFoto Orami Photo StocksMenurut buku Wasathiyah dalam Alquran Nilai-Nilai Moderasi Islam dalam Akidah, Syariat, Akhlak 2007 69 karya Prof. Dr. Ali Muhammad Shalabi, Imam At Thabari, meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda“Kemudian dia menyebutkan Quran. Lalu dia berkata, "itulah shiratal mustaqim."Hal ini sebagaimana tercantum dalam Alquran di mana Allah SWT berfirman"Tunjukilah kami jalan yang lurus".Baca Juga Apa yang Harus Dilakukan setelah Berhubungan Intim Menurut Islam? Simak di Sini!Sementara itu, menurut sumber lainnya jembatan sirotol mustaqim adalah Islam. Meminta petunjuk yang lurus tercantum dalam Surat Al Fatihah ayat 6 yang merujuk kepada agama yang benar, yakni dari buku M. Abdul Mujieb, Syaifah, dan H. Ahmad Ismail M. berjudul Ensiklopedia Tasawuf Imam Al Ghazali 2009 430, dijelaskan pengertian jembatan sirotol mustaqim memiliki berbagai makna, yakniIslam adalah sebuah agama yang diberikan kenikmatan oleh Allah SWT dan bukan jalan bagi orang-orang yang dimurkai-Nya, bukan pula jalan bagi mereka yang adalah orang-orang yang berpegang teguh pada agama Allah yang benar adalah agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS, kemudian selanjutnya diteruskan kepada Nabi Muhammad SAW disempurnakan oleh Allah Allah SWT yang mempunyai segalanya yang ada di bumi dan hanya kepada-Nya segala urusan dapat Allah SWT tempat mengabdi bagi ini akan dijelaskan lebih rinci mengenai makna jembatan sirotol mustaqim menurut Juga 70 Nama Bayi Perempuan Islami yang Indah dan Tidak Pasaran1. Pengertian Jembatan Sirotol Mustaqim Menurut Quraish ShihabFoto jembatan sirotol mustaqim Orami Photo StocksUlama Quraish Shihab mengartikan kata shirath’ dalam Al-Qur’an Surat al-Fatihah ayat 6 shirathal mustaqim’ sebagai jalan yang mengibaratkan 'shirath' sebagaimana dengan jalan tol. Dalam sebuah video yang diunggah oleh Mata Najwa di channel Youtube-nya, Quraish Shihab mengatakan bahwa di dalam Alquran kata 'shirat' berbentuk tunggal yang memiliki makna lain dalam Alquran berarti 'sabil' atau jalan Shihab menjelaskan sabil adalah jalan kecil yang mengantarkan manusia pada kesesatan namun juga mengantarkannya pada jalan yang lurus shiratal mustaqim.Baca Juga 5 Pahala Istri yang Diselingkuhi Suami, Salah Satunya adalah Jalan Masuk Surga!Melansir dari NU Online, Quraish Shihab menyebutkan bahwa di dalam Alquran ada jalan untuk orang yang tidak mengerti sabilil ladzina la ya’lamun dan jalannya para pendurhaka sabilul mujrimin.Selain itu, ada pula sabil atau jalan kecilnya orang yang bertakwa sabilul muttaqin atau jalannya Allah sabilillah.Sehingga ketika seseorang masih di jalan kecil, maka dia bisa tersesat atau di jalan kebaikan yang mengantarkannya ke jalan yang lurus shiratal mustaqim.“Jadi shirath itu jalan tol, sabil itu jalan kecil. Jalan kecil selama bercirikan kedamaian itu mengantar ke jalan tol. Kalau Anda sudah sampai sirath, jalan tol, pasti sudah sampai ke tujuan. Tidak sesat lagi,” Shihab juga menuturkan, apabila ada seseorang yang mengajak ke jalan perpecahan dan permusuhan atau tidak ke jalan Allah, maka ia tidak akan sampai atau tidak akan bisa melalui shirathal jalan yang mengantarkan kita ke shiratal mustaqim seharusnya merupakan jalan Juga Hukum Memotong Rambut saat Hamil Menurut Islam, Sudah Tahu?2. Pengertian Jembatan Sirotol Mustaqim Menurut KH Luqman HakimFoto jembatan sirotol mustaqim Foto Orami Photo StocksMenurut ulama sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim, jembatan sirotol mustaqim merupakan jembatan yang harus dilalui oleh manusia secara hakikat, tak hanya di akhirat namun juga di kini, manusia di dunia sedang melintasi jembatan sirotol mustaqim. Tindakan, hal-hal yang dipilih manusia saat melewati jembatan sirotol mustaqim di dunia inilah yang akan menentukan apakah mereka akan berakhir di surga atau neraka."Neraka di dunia yang berada di bawah jembatan sirotol mustaqim ialah neraka caci maki, jilatan api fitnah, dendam, jahanam kemungkaran, dan kegelapan kekufuran," ujar KH Luqman Juga 11+ Keutamaan Membaca Alquran, Salah Satunya Mendapat Kedudukan Tinggi di Surga!Penulis buku Jalan Cahaya ini juga menekankan bahwa manusia tidak diperbolehkan untuk putus asa dengan kondisi yang sedang dihadapi saat melintasi jembatan sirotol mustaqim di hanya mereka yang berani dan mampu menahan hawa nafsu akan berhasil melintasi jembatan sirotol mustaqim dan menggapai pengertian jembatan sirotol mustaqim. Semoga kita, umat muslim, senantiasa selalu bisa melewati setiap tantangan di dunia agar bisa mengarungi jembatan sirotol mustaqim dengan aman di akhirat dan bisa merasakan nikmatnya surga. Sumber Copyright © 2023 Orami. All rights reserved. Jakarta - Shiratal Mustaqim adalah jembatan yang kelak dilewati umat manusia saat di akhirat. Menurut sejumlah riwayat, jembatan ini licin dan orang yang terpeleset akan masuk ke Abdul Aziz Marzuq Ath-Tharifi dalam Al-Khurasaniyyah Fi Syarhi 'Aqidah Ar-Raziyyaini Ashli As-Sunnah Wa I'tiqad Ad-Din mengatakan bahwa Siratal Mustaqim adalah jembatan yang dibentangkan di atas Jahannam, atau yang lebih dikenal dengan tersebut bersandar pada riwayat yang termuat dalam Ash-Shahihain, bahwa Abu Sa'id bertanya tentang Al-Jisr jembatan, dan beliau SAW menjawab, "Tempat yang licin hingga mudah terpeleset." HR Bukhari dan Muslim Dijelaskan lebih lanjut, orang yang pasti bisa melewatinya adalah mereka yang berkedudukan dan berposisi tinggi. Menurut Syaikh Abdul Aziz Marzuq Ath-Tharifi, tidak ada jalan menuju surga, kecuali melewati jembatan tersebut. Sebagaimana Allah SWT berfirman,وَاِنْ مِّنْكُمْ اِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا ۚ ٧١Artinya "Tidak ada seorang pun di antaramu yang tidak melewatinya sirat di atas neraka. Hal itu bagi Tuhanmu adalah ketentuan yang sudah ditetapkan." QS Maryam 71Ibnu Mas'ud dalam Tafsir Ibn Jarir dan Al-Mustadrak serta para sahabat lain menafsirkan firman Allah SWT tersebut sebagai proses melewati Shiratal bin Mas'ud dalam At-Takhwif min An-Nar mengatakan, "Kata Al-Wurud, dalam ayat ini bukan berarti memasukinya, melainkan datang dan berdiri di atasnya. Seperti halnya binatang yang datang ke tempat air tanpa memasukinya."Dalam riwayat lain dikatakan, orang yang berjalan melewati Shiratal Mustaqim akan melihat Jahannam dan penghuninya. Dari Abu Hurairah RA ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Shiratal Mustaqim akan dibentangkan di atas Jahannam. Dan aku bersama umatku merupakan orang pertama yang melewatinya. Tiada yang berkata-kata ketika itu, kecuali para rasul. Doa yang dipanjatkan para rasul ketika itu adalah 'Allahumma Sallim Sallim Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah'.Dalam neraka Jahannam terdapat tongkat-tongkat dari besi bagaikan duri As-Sa'dan. Tahukah kalian tentang As-Sa'dan? Mereka menjawab, 'Tidak wahai Rasulullah.'Beliau bersabda, 'Tongkat-tongkat dari besi itu bagaikan duri As-Sa'dan alang-alang. Hanya saja, tiada yang mengetahui sejauh mana ketebalannya kecuali Allah, yang menyambar orang-orang berdasarkan amal-amal mereka. Di antara mereka terdapat orang beriman yang teguh dengan amalnya, atau binasa karena amalnya yang buruk, atau diikat dengan amalnya, dan ada pula yang dipotong dagingnya atau diseberangkan sehingga selamat." HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih-nyaJembatan Shiratal Mustaqim memiliki sejumlah sifat. Dalam salah satu riwayat dikatakan, Shiratal Mustaqim itu lebih lembut dibandingkan rambut dan lebih tajam daripada pedang. Ini merupakan riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Hakim dalam Al-Mustadrak juga meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud bahwa Shiratal Mustaqim tajam seperti saat Melewati Shiratal MustaqimKondisi orang yang melewati Shiratal Mustaqim tergantung amal perbuatannya semasa di dunia. Ada yang bisa melewatinya secepat kilat dan ada pula yang dilemparkan ke Jahannam. Sebagaimana Abu Sa'id Al Khudri meriwayatkan dari Rasulullah SAW yang bersabda,"Orang beriman berjalan bagaikan kedipan mata, bagaikan kilat, bagaikan angin, bagaikan kuda-kuda dan unta-unta terbaik. Di antara mereka ada yang selamat melewatinya tanpa cacat, sebagian ada yang cacat fisik, dan ada pula yang dilemparkan ke dalam neraka Jahannam dengan kepala terbalik. Hingga kelompok terakhir mereka ditarik dengan keras." HR Bukhari dan Muslim, redaksi ini berasal dari Imam BukhariUrutan Orang yang Melewati Shiratal MustaqimOrang pertama yang melewati Shiratal Mustaqim adalah umat Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dikatakan dalam riwayat Abu Hurairah dalam umat Nabi Muhammad SAW tersebut, orang pertama yang akan melewatinya adalah kaum fakir miskin dari kaum Muhajirin, sebagaimana mengacu pada riwayat Tsauban dalam Shahih itu, orang beriman. Lalu, orang-orang kafir dan musyrik tidak akan mampu melewatinya dengan baik sehingga berjatuhan ke neraka dan tertahan di a'lam. Simak Video "Ada Jalan Menuju Surga di Kota Malang, Begini Asal-usulnya!" [GambasVideo 20detik] kri/lus - Warganet kembali heboh dengan sebuah konten yang kini menjadi viral di media sosial medsos. Konten yang viral kali ini adalah sebuah jembatan gantung yang berada di tengah pemukiman warga. Bahkan saat dilihat, jembatan yang viral ini bikin merinding bagi warganet. Kali ini sebuah jembatan gantung dan disebutkan sebagai jembatan sirotol mustaqim viral dan menjadi perbincangan warganet pengguna media sosial. Jembatan gantung tersebut viral setelah video yang memperlihatkan pemandangan jembatan tersebut diunggah di media sosial TikTok. Video tersebut diunggah di TikTok oleh akun umizulaikah pada 16 Juli 2021, dan diunggah ulang di Instagram oleh akun agendasolo pada Jumat 22/10/2021. Jembatan gantung yang panjang namun memiliki lebar sempit itu membuat warganet menjulukinya sebagai jembatan sirotol mustaqim, alias jembatan yang harus dilalui oleh setiap Muslim di akhirat nanti. Akun TikTok umizulaikah menyebutkan, jembatan itu berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, tepatnya sebagai penghubung antara Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan dengan Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran. "Magelang, jembatan penghubung dari Kalinegoro ke Tempuran, Kak," tulis umizulaikah di kolom komentar video tersebut. Artikel ini telah tayang di dengan judul "Viral, Video Penampakan Jembatan "Sirotol Mustaqim", di Mana Letaknya?"

jembatan sirotol mustaqim menurut kristen